Hidup itu pilihan
Pilihan untuk diam atau bergerak
Pilihan untuk maju atau mundur
Pilihan untuk memilih atau dipilih
Hidup itu pilihan
Pilihan untuk tersenyum atau bersedih
Pilihan untuk tertawa atau menangis
Pilihan untuk disakiti atau menyakiti
Hidup itu pilihan
Pilihan untuk memberi atau diberi
Pilihan untuk menyatukan atau disatukan
Pilihan untuk mencintai atau dicintai
You are the sun in my day, the wind in my sky, the waves in my ocean and the beat in my heart
Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts
Sunday, January 13, 2013
Saturday, August 18, 2012
Sigh No More, Ladies...
Sigh No More, Ladies...
Sigh no more, ladies, sigh nor more;
Men were deceivers ever;
One foot in sea and one on shore,
To one thing constant never;
Then sigh not so,
But let them go,
And be you blithe and bonny;
Converting all your sounds of woe
Into. Hey nonny, nonny.
Sing no more ditties, sing no mo,
Or dumps so dull and heavy;
The fraud of men was ever so,
Since summer first was leavy.
Then sigh not so,
But let them go,
And be you blithe and bonny,
Converting all your sounds of woe
Into. Hey, nonny, nonny.
check this out -- click here
Thursday, August 16, 2012
4.. 5.. 6..
Sebelumnya 1.. 2.. 3..
4.. 5.. 6..
Banyak cerita terjadi
Entah palsu atau bukan
4.. 5.. 6..
Terlalu banyak halangan
Sulit aku percaya
4.. 5.. 6..
Masa lalumu yang kelam
Menghalangi langkahku
4.. 5.. 6..
Semua kata darimu
Menghentikan niatku
4.. 5.. 6..
Sudahkah kau dimiliki?
Sudahkah?
4.. 5.. 6..
Walau ku tahu itu benar
Aku merasa kau tidak
4.. 5.. 6..
Mungkin karna ingin ku
Ingin memilikimu
4.. 5.. 6..
Hah! Tidak!
Aku tak ingin jadi yang ketiga
4.. 5.. 6..
Banyak cerita terjadi
Entah palsu atau bukan
4.. 5.. 6..
Terlalu banyak halangan
Sulit aku percaya
4.. 5.. 6..
Masa lalumu yang kelam
Menghalangi langkahku
4.. 5.. 6..
Semua kata darimu
Menghentikan niatku
4.. 5.. 6..
Sudahkah kau dimiliki?
Sudahkah?
4.. 5.. 6..
Walau ku tahu itu benar
Aku merasa kau tidak
4.. 5.. 6..
Mungkin karna ingin ku
Ingin memilikimu
4.. 5.. 6..
Hah! Tidak!
Aku tak ingin jadi yang ketiga
Monday, January 23, 2012
Lampion..
Lampion..
Benda mati bermusim..
Dikala imlek tiap tahun..
Lampion..
Terpajang indah ditiap toko..
Menghias rumah dengan menawan..
Lampion..
Ditahun yang lalu..
Menyisakan kenangan..
Lampion..
Benda mati bermusim..
Dikala imlek tiap tahun..
Lampion..
Terpajang indah ditiap toko..
Menghias rumah dengan menawan..
Lampion..
Ditahun yang lalu..
Menyisakan kenangan..
Lampion..
Adakah cara mengembalikannya?
Atau cara melupakannya?
Lampion..
Mengenang arti sahabat..
Yang menjelma jadi cinta..
Lampion..
Ini hadiah terakhir..
Dari dia yang ku cinta..
Lampion..
Tak ada lagi pelukan..
Tak ada lagi kecupan..
Lampion..
Membawa kisah indah..
Kisah yang menusuk..
Lampion..
Sebuah bukti nyata..
Sahabat jadi cinta..
Lampion..
Sebuah bukti nyata..
Sahabat jadi cinta..
Wednesday, January 18, 2012
1.. 2.. 3..
1.. 2.. 3..
Kita bertemu tanpa sengaja
Berkenalan karena terpaksa
1.. 2.. 3..
Bertemu karena rencana
Berinteraksi semakin sering
1.. 2.. 3..
Kian akrab sendirinya
Memulai hari yang baru
1.. 2.. 3..
Merasakan hal yang lain
Sesuatu yang tak pasti
1.. 2.. 3..
Semakin senang melihatmu
Ada apa denganku?
1.. 2.. 3..
Entah apa yang ada
Aku tak bisa melupakan
1.. 2.. 3..
Apapun kau lakukan
Kurasakan lampu hijau
1.. 2.. 3..
Benarkah yang kurasa?
Apakah kau juga?
Kita bertemu tanpa sengaja
Berkenalan karena terpaksa
1.. 2.. 3..
Bertemu karena rencana
Berinteraksi semakin sering
1.. 2.. 3..
Kian akrab sendirinya
Memulai hari yang baru
1.. 2.. 3..
Merasakan hal yang lain
Sesuatu yang tak pasti
1.. 2.. 3..
Semakin senang melihatmu
Ada apa denganku?
1.. 2.. 3..
Entah apa yang ada
Aku tak bisa melupakan
1.. 2.. 3..
Apapun kau lakukan
Kurasakan lampu hijau
1.. 2.. 3..
Benarkah yang kurasa?
Apakah kau juga?
Friday, August 19, 2011
Harapan - Kesempatan - Pilihan, akan CINTA ♥
Tiap orang punya angan
Tiap orang punya mimpi
Tiap orang punya tujuan
Tiap orang punya Harapan
Tiap orang punya mimpi
Tiap orang punya tujuan
Tiap orang punya Harapan
Tiap angan punya batas
Tiap mimpi punya akhir
Tiap tujuan punya hasil
Tiap harapan punya kesempatan
Tiap batas ada jalan
Tiap akhir ada awal
Tiap hasil ada usaha
Tiap kesempatan ada pilihan
Jangan bicara tentang angan
Cinta bukanlah sekedar angan
Jangan bicara tentang mimpi
Cinta bukanlah sekedar mimpi
Jangan bicara tentang tujuan
Cinta bukanlah sekedar tujuan
Bicaralah tentang harapan
Karena cinta adalah harapan
Karena cinta kita berharap
Berharap akan cinta yang murni
Berharap akan cinta yang tulus
Berharap akan datangnya cinta sejati
Semua orang punya kesempatan
Kesempatan untuk hidup mencintai
Kesempatan untuk hidup dicintai
Kesempatan untuk hidup dengan cinta
Buatlah sebuah pilihan
Pilihan siapa yang akan kau cintai
Pilihan siapa yang akan mendampingimu
Pilihan siapa yang akan kau perjuangkan
Mengapa kau terdiam?
Terhanyut dalam puisi penantian
Menanti cinta yang tak akan menghampiri
Karena cinta tak tahu kau ada
Mengapa kau bersedih?
Air mata mengalir di pipi
Menangisi yang tak akan berbalik
Terlambat semua terlambat sudah
Selama yang kau rasa itu cinta
Katakanlah
Jangan sampai cinta pergi
Tanpa tahu ada cinta mengiringi tiap langkahnya
Mengapa kau terdiam?
Terhanyut dalam puisi penantian
Menanti cinta yang tak akan menghampiri
Karena cinta tak tahu kau ada
Mengapa kau bersedih?
Air mata mengalir di pipi
Menangisi yang tak akan berbalik
Terlambat semua terlambat sudah
Selama yang kau rasa itu cinta
Katakanlah
Jangan sampai cinta pergi
Tanpa tahu ada cinta mengiringi tiap langkahnya
Friday, July 22, 2011
~Mencari~
Hari ini aku tersadar..
Dipagi hari yang cerah..
Menatap indahnya langit..
Menghirup udara segar..
Kulangkahkan kaki menuju waktu..
Memecahkan segala kekakuan..
Jalani hari ini dengan mudah..
Menutup hari dengan senyum..
☺☺☺
Kicau burung membangunkan dunia..
Di pagi ini hati gelisah..
Entah mengapa..
Ada apakan ini?
Kulangkahkan kaki menuju waktu..
Memecahkan segala segala kekakuan..
Waktu terlalu lama dilewati..
Hari terlalu berat dilalui..
Mencari asal suara..
Dimanakah itu berasal?
Hatiku gelisah, entah mengapa..
Ada apa gerangan?
Aku mencari dirimu..
Dimanakah kamu?
Aku mencari dirimu..
Aku membutuhkanku..
Aku mencari dirimu..
Tak kutemukan kau disini..
Aku mencari dirimu..
Tak kutemukan kau disana..
Aku mencari dirimu..
Ke tempat yang bisa ku gapai..
Akhirnya ini selesai..
Aku menemukanmu..
Kulihat kau disisi yang jauh..
Aku melihatmu!
Aku memanggilmu!
Kau tak menjawab..
☺☺☺
Kusadarkan diriku dari kisah..
Aku sadar hanya semua mimpi..
Terlelap aku dalam kesedihan..
Menangis aku dalam duka..
Kupahami dirimu kini..
Kau telh bersama dengan yang lain..
Kau telah melupakan aku..
Aku tahu aku sedih..
Kini biarkanlah waktu berjalan..
Menghapus segala kenangan..
Lupakan segala impian..
Memulai hidup yang baru..
Sebenarnya ini curhatan ku.. Cuma dibikin kea gini, biar orang gak terlalu mengerti.. hehe :p
Teman dan Musuh
Teman jadi musuh..
Tak bisakah kau ingat?
Dahulu saat kita bersama..
Bermain dan tertawa bersama..
Teman jadi musuh..
Sekarang kau jauhi aku..
Tinggalkan aku sendiri..
Sadarkah kau?
Teman jadi musuh..
Bukan aku yang ingin..
Tapi kamu dan
Segala egoismu!
Teman jadi musuh..
Tak bisakan kau lihat?
Aku sangat menyesal..
Menyesal pernah mengenalmu..
Teman jadi musuh..
Tak tahu apa pendapatmu tentang ku..
Tak tahu apa kita masih bisa bersama..
Sungguh aku tak tahu..
Teman jadi musuh..
Terbuang percuma janji kita..
Janji untuk bersahabat..
Janji untuk bersama..
Tak bisakah kau ingat?
Dahulu saat kita bersama..
Bermain dan tertawa bersama..
Teman jadi musuh..
Sekarang kau jauhi aku..
Tinggalkan aku sendiri..
Sadarkah kau?
Teman jadi musuh..
Bukan aku yang ingin..
Tapi kamu dan
Segala egoismu!
Teman jadi musuh..
Tak bisakan kau lihat?
Aku sangat menyesal..
Menyesal pernah mengenalmu..
Teman jadi musuh..
Tak tahu apa pendapatmu tentang ku..
Tak tahu apa kita masih bisa bersama..
Sungguh aku tak tahu..
Teman jadi musuh..
Terbuang percuma janji kita..
Janji untuk bersahabat..
Janji untuk bersama..
Wednesday, May 25, 2011
Apakah Hati Tercampak?
Nama-Mu kami tulis di langit malam
Semarak kembang api seharga 5 juta
Ratusan ribu tangan terlipat
Dan bibir mengucapkan pinta:
"Datanglah Kerajaan-Mu"
Warna-warni bersinar gemilang
Ribuan remaja memajang lukisan
Tentang Kerajaan-Mu, Bapa
Tentang cinta-Mu, Yesus
Aneh,
Salib-Mu bukan lagi kayu berdarah
Tapi baja putih bertatah lampu
Menyala mewah berkilau megah
Seharga 17 juta, cuma
Nyeri menusuk sebuah tanya:
Adakah hati tercampak
Pada jelata melata di lumpur kemiskinan
Pada Nis, Nur, Jam dan Sri
Gadis-gadis buruh penjual tenaga
Hanya untuk tiga ratus perak sehari
Betapa hatiku tida menangis
Di malam dingin Tomohon gerimis
Melihat kekayaan terbuang begitu gampang
Hanya untuk sedetik
Selera kepuasan diri
Pada bangsa fana yang sia-sia
Apakah ini pralambang
Kerajaan-Mu datang?
Semarak kembang api seharga 5 juta
Ratusan ribu tangan terlipat
Dan bibir mengucapkan pinta:
"Datanglah Kerajaan-Mu"
Warna-warni bersinar gemilang
Ribuan remaja memajang lukisan
Tentang Kerajaan-Mu, Bapa
Tentang cinta-Mu, Yesus
Aneh,
Salib-Mu bukan lagi kayu berdarah
Tapi baja putih bertatah lampu
Menyala mewah berkilau megah
Seharga 17 juta, cuma
Nyeri menusuk sebuah tanya:
Adakah hati tercampak
Pada jelata melata di lumpur kemiskinan
Pada Nis, Nur, Jam dan Sri
Gadis-gadis buruh penjual tenaga
Hanya untuk tiga ratus perak sehari
Betapa hatiku tida menangis
Di malam dingin Tomohon gerimis
Melihat kekayaan terbuang begitu gampang
Hanya untuk sedetik
Selera kepuasan diri
Pada bangsa fana yang sia-sia
Apakah ini pralambang
Kerajaan-Mu datang?
(Pdt. Fridalin Ukur)
Monday, May 23, 2011
CATATAN UNTUK PARA BANDAR NARKOBA
Ada yang menjual handphone kepadamu…
Ada yang menjual seperangkat soundsystemnya untukmu…
Ada yang menjual guci-guci antic milik ibunya…
Ada yang menjual jam tangan kesayangannya…
Ada yang menjual mobil bapaknya kepadamu…
Ada yang menawarkan keperawanan dan badannya untukmu…
Ada yang mencoba menukarkan sertifikat rumah ayahnya untukmu…
Namun, terlebih dari semua itu…
Lebih banyak yang menjual harga diri, jiwa dan kehidupannya untukmu…
Sungguh kau adalah orang yang amat kaya.
(Sumber: Jangan Biarkan Mereka Terpuruk.
Yayasan Kasih Mulia)
PERNAHKAH?
Pernahkah kau merasa sendirian di dunia ini?
Pernahkah kau merasa tak ada yang peduli?
Pernahkah kau merasakan sakit hati yang amat sangat?
Pernahkah kau menangis sendirian di pojok kamar yang gelap?
Pernahkah kau merasa kehilangan semua yang kau sayangi dan menyayangimu?
Pernahkah kau berjalan diiringi tatapan sinis teman-temanmu?
Pernahkah kau bangun pagi-pagi sekali dengan badan yang amat sakit dan terpaksa mengarang alasan-alasan konyol untuk dapat keluar rumah?
Pernahkah kau merasa satu persatu orang meninggalkanmu?
Pernahkah kau merasa ditipu dan dibohongi oleh sahabat karibmu sendiri?
Pernahkah kau merasa bahwa kau adalah makhluk yang paling tidak berguna di dunia ini?
Pernahkah kau melupakan arti cinta?
Aku pernah…
(Sumber: Jangan Biarkan Mereka Terpuruk.
Yayasan Kasih Mulia)
Subscribe to:
Posts (Atom)

